Makalah Interkoneksi Hadits dan Sains Kesehatan Masyarakat
Abstrak
Kesehatan
adalah yang paling utama dari apa pun, sudah semestinya, nikmat ini dijaga dan
disyukuri dengan sebaik mungkin. Selanjutnya di dalam keilmuan, tema yang mengenai
interkoneksi hadis dan sains kesehatan masyarakat masih belum dipahami
oleh sebagian masyarakat, walaupun
semisal contoh kecil dari itu. Karenanya,
penulis tertarik untuk mengambil tema ini yang akan menerangkan hadis-hadis
sains kesehatan masyarakat. Bahasannya lumayan simple dan mudah dipahami oleh
orang-orang. Tujuan penelitian ini dikaji,
agar masyarakat bisa tahu dan paham tentang sains kesehatan di dalam hadis Nabi
Saw. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif melalui studi kepustakaan. Kesimpulannya
tanpa badan yang sehat, kita tak dapat melakukan sesuatu apa pun. Harapannya, semoga masyarakat akan lebih
menjaga kesehatan setelah tahu dan paham atas tema yang dibahas ini. Selain
mengikuti sunah Nabi Saw., juga nantinya mendapatkan pahala dari Allah SWT.
PENDAHULUAN
Sains
atau ilmu kesehatan masyarakat adalah teori penting yang dapat dijadikan
pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, gambaran ini masih awam di mata
masyarakat pada umumnya. Padahal, ilmu ini sangat lah sederhana. Karena nya
dibutuhkan penjelasan yang menyeluruh tapi jelas. Di sini, penulis akan
menjelaskan sebisa mungkin untuk dapat memahamkan masyarakat yang masih awam
terhadap itu. mengenai apa itu sains kesehatan masyarakat, hingga hadis-hadis
yang menjelaskan sains kesehatan masyarakat, tak lupa dengan penjelasan singkat
atau inti dari hadis tersebut.
PEMBAHASAN
Penjelasan
dari WHO (World Health Organization) sehat berarti memperbaiki keadaan manusia,
baik jasmani, rohani maupun akal, sosial dan bukan hanya memberantas penyakit.
Majelis
Ulama Indonesia (MUI), dalam musyawarah nasional tahun 1983 merumuskan
kesehatan sebagai ketahanan jasmaniah, ruhaniah, dan sosial yang dimiliki
manusia sebagai anugerah Allah yang harus disyukuri dengan mengamalkan (perintah-Nya),
dan menjaga serta mengembangkannya.
Kesehatan
merupakan kondisi pada makhluk hidup untuk menggunakan seluruh organ tubuhnya
secara harmonis. Bagi manusia, pemahaman kesehatan bisa dimaknai dengan kesempurnaan keadaan jasmani, ruhani,
dan sosial. (WAl-Hafidz, 2010)
Di dalam hadis Abu Hurairah tentang kesehatan
manusia, di per umpama kan sebagai mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukmin
yang lemah yang berbunyi:
عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَمْ الْمُؤْمِنَ
الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِي
كُلِّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَايَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجَزْ
وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَلَكِنْ
قُلْ قدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
(أخرجه مسلم في كتاب القدر)
Artinya:
Dari abu Hurairah ia berkata, Rasulullah
bersabda: “seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah
daripada seorang mukmin yang lemah dalam setiap kebaikan. Peliharalah apa-apa
yang bermanfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, jangan lemah
semangat bila tertimpa musibah janganlah
berkata "oh " misal saja tadinya aku melakukan ini tentu berakibat seperti
ini dan itu". Tetapi katakanlah "ini takdir Allah dan apa yang
dikehendakinya pasti dikerjakannya". Ketahuilah bahwasanya “misal saja” dan
"jikalau" itu membuka peluang
bagi setan." (H.R. Al Muslim dalam kitab Qadar).
Berikut ini
pembahasan sedikit tentang hadis-hadis sains kesehatan masyarakat:
1.
Makan
berlebihan itu tidak sehat
حدثنا ابو المغيرة، قال : حدثنا سليمان بن سليم الكناني، قال: حدثنا
يحي بن جابر الطا ءي، قال: سمعت الْمِقْدَامَ بْنَ مَعْدِي كَرِبَ
الْكِنْدِيَّ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مَلَأَ ابْنُ
آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ
فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثُ طَعَامٍ وَثُلُثُ شَرَابٍ وَثُلُثٌ
لِنَفْسِهِ